peka.

November 4, 2010 § Tinggalkan komentar

Semakin Anda memahami lebih banyak tentang dunia di sekitar Anda, semakin bergairah dan penasaran terhadap
kenyataan hidup dalam hidup Anda.
Gairah adalah salah satu elemen pokok yang meringankan upaya dan mengubah kegiatan-kegiatan yang biasa-biasa

saja menjadi suatu pekerjaan yang dapat dinikmati.
Semakin besar “Mengapa” Anda akan semakin besar energi yang mendorong Anda untuk meraih sukses.
Mimpi tidak hanya membantu Anda berhadapan dengan kegagalan, tetapi mereka juga memotivasi Anda secara

konstan.
Mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok.
Anda bisa, jika Anda berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa. Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita

lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah

masuk akal.
Menuliskan tujuan akan sangat membantu dalam menjaga alasan melakukan sesuatu.
Apakah kita bisa untuk mengemban misi kita? Insya Allah kita bisa, karena Allah Mahatahu, Allah tahu sampai dimana

potensi dan kemampuan kita. Jika kita tidak merasa mampu berarti kita belum benar-benar mengoptimalkan potensi
kita.
Jika target obsesi itu baik, maka memiliki obsesi bukan hanya baik, tetapi harus. Karena motivasi dari sebuah obsesi
sangat kuat.
Untuk menjadi sukses, Anda harus memutuskan dengan tepat apa yang Anda inginkan, tuliskan dan kemudian buatlah

sebuah rencana untuk mencapainya.
Bisakah kita meraih sukses yang lebih besar lagi?
Merumuskan Visi dan Misi adalah salah satu bentuk dalam mengambil keputusan, bahkan pengambilan keputusan

yang cukup fundamental. Visi dan Misi Anda akan menjiwai segala
gerak dan tindakan di masa datang.
Jangan takut dengan gagalnya meraih visi, kegagalan meraih visi sebenarnya bukan suatu kegagalan, tetapi

merupakan keberhasilan yang Anda tempuh meski tidak sepenuhnya.
Visi itulah yang akan menuntun perjalanan hidup Anda.
Menciptakan kebiasaan baru adalah salah satu dari kunci sukses. Jika anda ingin sukses Anda harus mulai

menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang akan membawa Anda kepada kesuksesan.
Jika Anda ingin menang— dalam bisnis, karir, pendidikan, olah raga, dsb— maka Anda harus memiliki kebiasaan-

kebiasaan seorang pemenang pula.
Jika Anda ingin suatu kehidupan yang berbeda, buatlah keputusan yang berbeda juga.
Tengoklah kembali perjalanan Anda saat ini, akan menuju kemana? Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang

lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya.
Potensial pilihan Anda begitu melimpah, keputusan Anda dapat saja merubah hidup Anda secara dramatis dalam
waktu singkat.
Hanya satu motivasi yang ada, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya harus dalam rangka “karena dan/atau untuk”
Allah.
Cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah
yang seharusnya menjadi motivator terbesar dan tidak terbatas.
Sukses yang sudah Anda alami di masa lalu akan membantu untuk memotivasi Anda di masa yang akan datang.

Jika Allah yang menjadi tujuan, kenapa harus dikalahkan oleh rintangan-rintangan yang kecil di hadapan Allah? Jika mencari nafkah merupakan ibadah, semakin kerja keras kita, insya Allah semakin besar pahala yang akan diberikan oleh Allah. Jika nafkah yang didapat merupakan bekal untuk beribadah, maka semakin banyak nafkah yang didapat, semakin banyak ibadah yang bisa dilakukan.

Uang + Ahklaqul Karimah akan menjadi modal yang sangat berharga baik untuk Anda sendiri, maupun untuk
kemajuan Umat Islam. Kejarlah keduanya.
Jika niat sudah terpancang karena Allah, tidak akan ada halangan yang bisa menghentikan seseorang melakukan
sesuatu. Niat karena Allah ialah motivator yang utama dan seharusnya menjadi satu-satunya motivator kita.
Jangan sampai kita terlena untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja, hingga kita lupa

akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini yaitu mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat yang

kekal. Jadi perkayalah diri Anda baik dengan materi maupun dengan ruhani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada

orang-orang yang ada disekitar Anda, terutama yang lebih membutuhkan.
Ada peluang dan ancaman dibalik harta yang kita miliki.
Tindakan kita akan mengacu kepada apa yang ada dalam pikiran kita.
Jangan terpaku dengan asumsi dan persepsi sendiri, karena bisa salah. Cobalah mulai membuka pikiran Anda

terhadap pikiran orang lain, tentu saja dengan filter nilai-nilai yang Anda anut.
Seperti perkelahian orang yang kecil dengan orang yang besar, jika mengadu tenaga atau kekuatan tentu saja si kecil

akan kalah, tetapi dengan kecerdikan, si besar bisa dikalahkan.
Sudahkah Anda melihat dan meneliti apa yang sudah Anda lakukan dan membuat rencana ke depan agar lebih baik?
Proyek besar tidak bisa diselesaikan sekaligus, tetapi harus dibagi-bagi kebagian yang kecil dan dapat dikendalikan.
Anda hanya memerlukan rencana yang sederhana dan tetap sederhana, yang penting Anda konsisten menjalankannya.
Dua hal yang perlu Anda ketahui sebelum memulai bisnis, pertama ketahuilah bahwa bisnis itu tidak mudah, kedua

bekali diri Anda dengan sikap dan keterampilan yang memadai. Tetapi yakinlah bahwa Anda bisa.
Rencana adalah jembatan menuju mimpimu, jika tidak membuat rencana berarti tidak memiliki pijakan langkahmu
menuju apa yang kamu cita-citakan.
Putuskan apa yang Anda inginkan, kemudian tulislah sebuah rencana, maka Anda akan menemukan kehidupan yang

lebih mudah dibanding dengan sebelumnya.
Rencana memberikan arah langkah Anda.
Kunci pengelolaan waktu yang efektif: mengeset prioritas dan konsentrasi pada satu pekerjaan pada satu waktu.
Untuk mencapai puncak, Anda harus melalui anak tangga dan terus menerus naik, maka Anda akan mencapai puncak

yang Anda inginkan.
Jika sukses merupakan akibat, tentu saja ada sebabnya. Jadi langkah pertama jika Anda ingin sukses ialah dengan
mengetahui terlebih dahulu sebab-sebab yang membuat orang lain sukses.
Apa yang membedakan Anda dengan orang lain yang sukses? Jawabannya karena Anda tidak mengerjakan apa yang
orang sukses kerjakan.
Segala sesuatu yang kita kejar selalu menuntut bayaran. Hal yang paling umum yang diperlukan saat mengejar cita-
cita ialah mengganggu zona nyaman.
Suatu saat mungkin Anda merasa dunia ini bau terasi, kemana pun Anda pergi bau terasi selalu tercium. Sebelum Anda
memutuskan bahwa dunia ini penuh dengan terasi, periksalah diri Anda mungkin ada terasi pada kumis atau pakaian

Anda.
Untuk mengubah sikap, ternyata tergantung pada diri Anda sendiri.
Menghilangkan sifat dengki pada diri kita akan membantu kita menuju kesuksesan baik dunia maupun akhirat.
Dengan disiplin bukan saja kita tidak mendapatkan sangsi, tetapi dengan disiplin kita akan meraih sukses, terhindar

(insya Allah) dari kecelakaan, dan disiplin juga adalah ibadah.
Bermimpilah, buatlah tujuan dari mimpi Anda, buatlah rencana, lakukan rencana, dan capailah mimpi Anda.
Mungkin saja di tempat lain rezeki Anda sudah menunggu.
Jika Anda mempunyai misi mulia, jangan takut untuk gagal, bukan hasil yang akan dinilai, tetapi usaha Anda untuk

mencapainya.
Jika kegagalan menghampiri Anda bukan berarti Anda harus menyerah, tetapi cari jalan lain, kemudian kerjakan lagi.

Sekali lagi, jangan cepat menyerah.
Menyerah adalah salah satu cara untuk gagal.
Jangan lupakan kegagalan, tetapi ambilah hikmahnya.
Lupakan kekecewaan, karena harapan dimasa depan masih terbentang luas dan begitu cerah.
Jika sudah tidak ada harapan, cobalah jalan yang lain. Masih banyak jalan lain yang bisa membawa Anda menuju

kesuksesan.
Anda telah mendapatkan sesuatu yang berharga pada kegagalan sebelumnya, sehingga kini Anda telah lebih bijaksana,

lebih berpengalaman, dan lebih terampil

kekal. Jadi perkayalah diri Anda baik dengan materi maupun dengan ruhani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada

orang-orang yang ada disekitar Anda, terutama yang lebih membutuhkan.
Ada peluang dan ancaman dibalik harta yang kita miliki.
Tindakan kita akan mengacu kepada apa yang ada dalam pikiran kita.
Jangan terpaku dengan asumsi dan persepsi sendiri, karena bisa salah. Cobalah mulai membuka pikiran Anda

terhadap pikiran orang lain, tentu saja dengan filter nilai-nilai yang Anda anut.
Seperti perkelahian orang yang kecil dengan orang yang besar, jika mengadu tenaga atau kekuatan tentu saja si kecil

akan kalah, tetapi dengan kecerdikan, si besar bisa dikalahkan.
Sudahkah Anda melihat dan meneliti apa yang sudah Anda lakukan dan membuat rencana ke depan agar lebih baik?
Proyek besar tidak bisa diselesaikan sekaligus, tetapi harus dibagi-bagi kebagian yang kecil dan dapat dikendalikan.
Anda hanya memerlukan rencana yang sederhana dan tetap sederhana, yang penting Anda konsisten menjalankannya.
Dua hal yang perlu Anda ketahui sebelum memulai bisnis, pertama ketahuilah bahwa bisnis itu tidak mudah, kedua

bekali diri Anda dengan sikap dan keterampilan yang memadai. Tetapi yakinlah bahwa Anda bisa.
Rencana adalah jembatan menuju mimpimu, jika tidak membuat rencana berarti tidak memiliki pijakan langkahmu
menuju apa yang kamu cita-citakan.
Putuskan apa yang Anda inginkan, kemudian tulislah sebuah rencana, maka Anda akan menemukan kehidupan yang

lebih mudah dibanding dengan sebelumnya.
Rencana memberikan arah langkah Anda.
Kunci pengelolaan waktu yang efektif: mengeset prioritas dan konsentrasi pada satu pekerjaan pada satu waktu.
Untuk mencapai puncak, Anda harus melalui anak tangga dan terus menerus naik, maka Anda akan mencapai puncak

yang Anda inginkan.
Jika sukses merupakan akibat, tentu saja ada sebabnya. Jadi langkah pertama jika Anda ingin sukses ialah dengan
mengetahui terlebih dahulu sebab-sebab yang membuat orang lain sukses.
Apa yang membedakan Anda dengan orang lain yang sukses? Jawabannya karena Anda tidak mengerjakan apa yang
orang sukses kerjakan.
Segala sesuatu yang kita kejar selalu menuntut bayaran. Hal yang paling umum yang diperlukan saat mengejar cita-
cita ialah mengganggu zona nyaman.
Suatu saat mungkin Anda merasa dunia ini bau terasi, kemana pun Anda pergi bau terasi selalu tercium. Sebelum Anda
memutuskan bahwa dunia ini penuh dengan terasi, periksalah diri Anda mungkin ada terasi pada kumis atau pakaian

Anda.
Untuk mengubah sikap, ternyata tergantung pada diri Anda sendiri.
Menghilangkan sifat dengki pada diri kita akan membantu kita menuju kesuksesan baik dunia maupun akhirat.
Dengan disiplin bukan saja kita tidak mendapatkan sangsi, tetapi dengan disiplin kita akan meraih sukses, terhindar

(insya Allah) dari kecelakaan, dan disiplin juga adalah ibadah.
Bermimpilah, buatlah tujuan dari mimpi Anda, buatlah rencana, lakukan rencana, dan capailah mimpi Anda.
Mungkin saja di tempat lain rezeki Anda sudah menunggu.
Jika Anda mempunyai misi mulia, jangan takut untuk gagal, bukan hasil yang akan dinilai, tetapi usaha Anda untuk

mencapainya.
Jika kegagalan menghampiri Anda bukan berarti Anda harus menyerah, tetapi cari jalan lain, kemudian kerjakan lagi.

Sekali lagi, jangan cepat menyerah.
Menyerah adalah salah satu cara untuk gagal.
Jangan lupakan kegagalan, tetapi ambilah hikmahnya.
Lupakan kekecewaan, karena harapan dimasa depan masih terbentang luas dan begitu cerah.
Jika sudah tidak ada harapan, cobalah jalan yang lain. Masih banyak jalan lain yang bisa membawa Anda menuju

kesuksesan.
Anda telah mendapatkan sesuatu yang berharga pada kegagalan sebelumnya, sehingga kini Anda telah lebih bijaksana,
lebih berpengalaman, dan lebih terampil.
Diantara ribuan peluang dan kesempatan, di sana ada kesuksesan, namun dikelilingi dengan kegagalan. Ambil
kesempatan dan peluang tersebut, biarkan Anda gagal dalam proses menemukan kesuksesan tersebut.
Setiap kegagalan yang Anda buat adalah anak tangga Anda menuju puncak, yaitu sukses. Setiap kegagalan yang Anda
temukan, memberikan arah yang jelas menuju sukses.
Kegagalan:
• dapat memberikan kekuatan
• ladang mendapatkan pahala
• dapat menggali potensi Anda
• mengembangkan kreatifitas Anda.
Apabila apa yang sudah Anda rencanakan dan Anda mimpikan tidak terwujud dengan sukses, maka langkah yang

paling baik Anda ambil adalah bertawakal pada Allah SWT
Jadi, berharaplah banyak, tetapi jangan kecewa jika gagal.
Kecewa atau tidak, semua tergantung Anda, tergantung bagaimana Anda menyikapi kegagalan. Berharap sedikit hanya

akan menghambat Anda mengoptimalkan potensi Anda.
Lebih banyak Anda mencoba, akan mendekatkan Anda kepada sukses, meskipun Anda akan mengalami banyak

kegagalan.
Namun cuma itulah yang kita diperlukan, karena kita sering tidak tahu mana yang akan berhasil.
Kebahagian yang didapatkan oleh orang yang menghindari kekecewaan adalah kebahagian yang semu, dia bukan

bahagia tetapi hanya tidak kecewa saja.
Banyak perusahaan yang dimulai dengan modal besar bangkrut, sebaliknya bisnis dengan modal kecil banyak yang
berhasil. Jadi bukan uang yang menentukan keberhasilan Anda!
Ubahlah sudut pandang Anda terhadap kegagalan, maka Anda tidak akan kecewa terhadap kegagalan yang Anda
alami, setidaknya kekecewaan Anda akan sedikit atau sementara saja.
Allah SWT mungkin memberikan ujian berupa kegagalan dan kehilangan kepada kita untuk mengajarkan hikmah
kepada kita.
Mungkin, kegagalan, masalah, dan lingkungan yang tidak menyenangkan adalah sebagian dari skenario Allah SWT
dalam membina diri kita.
Jangan hiraukan opini negatif Anda, bentuklah kebiasaan beraksi agresif dan positif terhadap ancaman, masalah, dan

kegagalan. Fokuskan diri Anda pada sasaran akhirnya, terlepas apapun yang terjadi saat ini.
Jika sikap kita benar, pengalaman mengecewakan akan memberikan hikmah yang membuat kita bahagia.
Mari kita sama-sama belajar kepada pengalaman. Bukan saja pengalaman diri kita saja, tetapi kita juga bisa belajar

pada pengalaman orang lain. Pengalaman adalah guru yang bijak.
Ketekunan dan kesabaran jika digabungkan menjadi modal yang sangat besar untuk meraih sukses.
Keberhasilan Anda adalah ditentukan oleh Anda sendiri dan takdir Allah SWT. Bukan oleh orang lain.
Ketimbang tersinggung dengan ejekan dan kritikan, akan lebih baik jika kita malah mengambil manfaatnya. Kadang

ejekan dari musuh lebih jujur dari pada pujian seorang teman.
Para pemenang mangambil tanggung jawab terhadap hidupnya. Mereka tidak pernah menyalahkan orang lain atau
pun lingkungan. Mereka tidak suka mencari-cari alasan terhadap kegagalan mereka.
Dengan hidup di atas garis, kita tidak akan mandeg dengan alasan kondisi atau apa pun yang terjadi pada diri kita.
Hidup kita akan lebih hidup. Kita akan bergairah dan memiliki determinasi yang tinggi dalam mencapai cita-cita kita.
Orang yang biasa berdalih tidak akan mengambil pelajaran dari kesalahan dan kegagalan, kerena dia sudah siap
untuk berdalih lagi.
Tidak akan ada keberhasilan tanpa tindakan. Tidak akan tindakan tanpa keberanian. Jadi tidak akan keberhasilan
tanpa keberanian. Sukses sejalan dengan keberanian.
Jika wawasan Anda akan semakin luas, Anda akan menemukan jalan-jalan baru untuk meraih sukses. Insya Allah
dalam waktu yang tidak lama ketakutan pada diri Anda akan hilang.
Jangan takut menambah saingan dengan membina orang lain, rezeki Allah begitu melimpah di bumi ini. Dan Allah
telah menetapkan rezeki bagi setiap makhluk-Nya bahkan hewan melata sekalipun.
Ketakutan-ketakutan akan membatasi Anda untuk melakukan berbagai hal yang sangat berarti bagi Anda.

Cerita Prasangka ku untuk Dia.

November 3, 2010 § Tinggalkan komentar

Prasangka yang baik kepada Sang Maha Pencipta adalah sumber ketenangan-kedamaian

May peace be always with us,

Prasangka yang baik adalah sumber kedamaian atau bisa disebut sebaliknya prasangka buruk adalah sumber ketidak-tenangan.  Akar dari chaos adalah prasangka buruk, ketakutan-ketakutan, keterbatasan.

Katakanlah kita seorang diri di dunia ini namun mempunyai kemampuan yang luar biasa, mampu menciptakan mahluk yang seperti kita ini dalam sekejab saja.  Kalau kita menginginkan seorang teman tentunya langsung kita ciptakan yang seperti kita dalam sekejab.  Tentunya tidak perlu kita ciptakan calon teman kita berupa seekor amuba yang bersel satu lalu menunggu berjuta-juta tahun berevolusi menjadi manusia seperti kita, lalu kalau dia mempunyai kesamaan dengan kita baru kita berteman.  Sebab kita mampu menciptakan teman kita dalam sekejab menurut bayangan kita sendiri.

Namun kenapa sebagian dari kita menaruh prasangka yang tidak baik/logis terhadap Tuhan Maha Pencipta yang Maha Pemurah, yang senantiasa memberi kecintaan tanpa pamrih.  Jawaban singkatnya adalah karena keterbatasan kita sendiri.  Kita berprasangka bahwa Tuhan baru mau dekat dengan kita kalau kita memenuhi keinginan-keinginanNya, dengan kata lain sangat punya pamrih atau sangat conditional.  Setelah saya mengenalNya kembali lebih dekat, lebih menyatu, ternyata prasangka kita salah, ternyata yang ada pada Dirinya hanyalah kecintaan tanpa pamrih, Ar-Rahman.

Ingatlah waktu dulu kita semua diciptakan Nya pada kali pertama, kita semua mempunyai kemampuan yang tak berhingga, tak berbatas seperti bayangan Sang Maha Pencita sendiri, dan senantiasa menyatu denganNya, tidak pernah kita terpisah dariNya sekejabpun, tidak ada ruang tidak ada waktu, yang ada hanya Kesatuan dalam Keabadian.

Namun kenapa sekarang kita semua berada dalam Alam Keterbatasan ini? Rupa-rupanya ini adalah rencana kita semua dan rencana Tuhan juga, ingat waktu itu tidak ada keterpisahan antara kita dengan Dia.  Rencana Dia adalah rencana kita, rencana kita adalah rencanaNya – tidak ada keterpisahan.  Tapi saya lebih cenderung hal ini adalah inisiatif kita, untuk memberikan sesuatu kepadaNya, sebagai ungkapan kasih sayang, kecintaan, terima kasih kita kepadaNya.  Pada saat kita hidup dalam Alam Ketiadaan dari Batas, kita ingin mengetahui lebih jauh apa arti dari keterbatasan dan sekaligus akan lebih mengerti apa arti Ketiadaan dari Batas.  Untuk itu kita (ingat tidak ada keterpisahan antara kita dengan Dia pada saat itu) ciptakan ruang-waktu dan Alam-alam yang terbatas ini lalu kita semua “turun” ke alam ini serta melepaskan semua atribut-atribut ke tak-berhingga kita.  Kita sendiri yang memberi tirai-tirai yang menutupi Jati Diri kita sebenarnya.  Kesemua itu kita lakukan untuk mengerti dan mengalami apa arti keterbatasan dan selanjutnya mempersembahkan pengalaman ini kepada Dia yang Satu yang sama-sama kita cintai.  Pengalaman ini juga kita persembahkan kepada sesama kita, karena sesungguhnya semua itu Satu adanya.

Kita ciptakan hirarki supaya kita mengerti apa arti inferioritas dan apa arti superioritas, singkatnya untuk mengerti dengan menjalani sendiri apa arti dualitas, karena di Alam Ketakberhinggaan yang ada hanya Kesatuan (Unity), tidak ada keterpisahan – tidak ada dualitas.  Kita (ingat pada saat itu tidak ada keterpisahan antara kita dengan Dia) ciptakan Tujuh Lapis Langit Kesadaran: Langit Pertama – Kesadaran Mineral/Batu-batuan;  Langit Kedua – Kesadaran Tumbuh-tumbuhan/Hewan;  Langit Ketiga – Kesadaran Manusia yang dapat menentukan baik-buruk menurut presepsi masing-masing;  Langit Keempat – Kesadaran akan Kecintaan, relatif sebentar lagi Bumi akan naik ketingkatan ini;  Langit Kelima – Kesadaran akan Kebijaksanaan (wisdom), seluk beluk Alam Raya akan terbuka ditingkatan ini;  Langit Keenam –  Kesadaran akan Kesatuan (unity), dipertengahan alam ini kembali tidak ada lagi dualitas;  Langit Ketujuh – Kesadaran akan Ketakberhinggaan, kembali ke alam Keillahian, awal dari suatu babak baru yang tak terbayangkan.  Kita ciptakan aturan-aturan / ketentuan-ketentuan / hukum-hukum di setiap alam, kita sendiri yang mengatur dan menetapkan tata cara kenaikan jenjang tingkat kesadaran.  Sekali lagi ingat pada saat itu tidak ada keterpisahan antara kita dengan Dia, karena sesungguhnya semua itu Satu adanya.

Kalau diibaratkan kita semua bagaikan anak-anak seorang Raja (Tuhan) yang tinggal disebuah istana (Alam Ketakberhinggaan) yang sangat megah dan serba berkecukupan.  Suatu ketika kita semua ingin merasakan bagaimana rasanya hidup ditengah hutan (Alam Keterbatasan).  Kita tinggalkan istana, kamar-kamar mewah, dayang-dayang dan masuk berkelana ke dalam hutan dengan perlengkapan-perlengkapan yang seminim mungkin.  Setelah puas berkelana kita semua kembali ke istana dan menceritakan semua pengalaman yang menakjubkan di dalam hutan kepada sang Raja.  Kesulitan-kesulitan yang dialami justru menjadi kenangan yang indah.  Makin unik perjalanan kita masing-masing di dalam hutan makin kaya pula pengalaman kita semua.  Kalau semua pulang membawa cerita yang sama tentu agak membosankan bukan?  Namun ada pula saudara-saudara kita yang jauh tersesat di dalam hutan dan mulai berputus asa dalam mencari jalan kembali ke istana dan berteriak-teriak (Berdoa) mencari dan meminta bantuan saudara-saudaranya yang lain.  Untuk hal ini bagi kita yang sudah melihat jalan kembali ke istana dan bisa mendengar teriakan-teriakan mereka tentunya akan berusaha mencari dan membantu mereka walau dengan risiko ikut tersesat, justru cerita mereka yang tersesat inilah yang nantinya paling menarik.  Disisi lain ada pula saudara-saudara kita yang sebenarnya sudah jauh masuk ke dalam hutan dan sepertinya sulit kembali namun mereka menikmati saja petualangan mereka, jadi kita biarkan saja mereka berkelana nanti toh kalau sudah bosan mereka akan mencari jalan kembali ke istana dan kita akan dengar pengalaman mereka yang pasti juga menarik.

Itulah sebabnya para Nabi, para Avatar yang umumnya sudah berada di Langit Keenam bahkan beberapa sudah berada di Langit Ketujuh, turun kembali ke Langit Ketiga ini untuk membantu saudara-saudaranya mencari jalan kembali kepada yang Satu.  Mereka memenuhi panggilan-panggilan (doa) saudara-saudara mereka dengan penuh kecintaan tanpa pamrih, sama seperti mereka yang dahulupun juga dibantu oleh para Nabi/Avatar.  Walau para Nabi/Avatar harus menghentikan kehidupan mereka yang sangat nyaman di alam di atas sana dan dengan risiko ikut tersesat karena tidak bisa melihat dengan jelas terhalang oleh tirai-tirai yang tidak berhasil disingkap di alam ini.  Sekali mereka berhasil menyingkap tirai-tirai tersebut mereka dapat melihat dan mengenali kembali jalan menuju kepada yang Satu karena mereka telah melaluinya dahulu.  (Pengorbanan inilah yang sebenarnya yang dirayakan / diingat setiap Idul Adha).

Di alam keterbatasan ini barulah kita dapat mengenal ke 98 nama-nama Tuhan lainnya karena di alam ketakberhinggaan yang terlihat hanya  sifat Ar-Rahman Nya yang tak berbatas.  Di alam ini kita mengenali inferioritas dengan menjadi hamba-hamba Nya yang terbatas, mengenali superioritas dengan menjadi wakil-wakil Nya yang serba berkecukupan dibanding dengan sesama kita tentunya.  Kita merasa merugi kalau membandingkannya dengan mereka yang lebih beruntung.  Kita merasa hebat kalau kita membandingkannya dengan mereka yang berkekurangan.  Setelah kita puas dengan perasaan-perasaan tersebut, pengalaman dualitas,  barulah kita dapat menempuh jalan kembali ke Alam yang Satu.

Semoga dengan kesadaran ini kita senantiasa dapat berprasangka baik terhadap semua, karena semua ini diawali dengan niat yang mulia.  Penciptaan Alam Raya ini di awali dengan niat yang baik oleh karena itu pada akhirnya semua ini akan berkesudahan dengan yang baik pula.  Prasangka yang baik kepada semua adalah pondasi kedamaian yang paling kuat.  “Aku ini menurut prasangka hamba-hamba Ku, oleh karena itu berprasangka baiklah kepada Ku”. Satu-satunya cara untuk menyebarkan kedamaian adalah dengan menanamkan dahulu kedamaian dalam hati kita masing-masing.  Semuanya itu adalah Satu adanya.  “Kemanapun kita memandang yang ada hanya Wajah-wajah kecantikan Mu Allah”.  Semoga senantiasa demikian. Amin

Catatan Cinta

November 3, 2010 § Tinggalkan komentar

Munkin ada orang yang ber tanya-tanya tentang status aku di Facebook  ato di Twiter mereka ada yang coment dan ada juga yang ngasih jempol,dan mungkin ada yang bertanya-tanya tentang aku,kenapa aku harus menulis status itu?

dangan semua itu aku menulis sesuatu untuk ungkapan m

kata-kata ini yang selalu ingin orang ungkapkan

akna dari arti cinta tersebut,inilah cinta menurut seorang Hilman.

Cinta yang tak pernah habis untuk dibicarakan, entah berapa ribu bahkan jutaan kata-kata mutiara tentang cinta untuk diucapkan, direnungkan, dikhayalkan, namun belum tentu bisa direalisasikan. Entahlah, c

inta memang aneh dan bisa diungkapkan dengan kata-kata muti

ara cinta sesuai dengan situasi dan kondisi. Kumpulan kata-kata mutiara cinta dibawah ini mungkin bisa memberi inspirasi bagi anda untuk mengungkapkan betapa dalam cinta anda pada si dia.
Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan.
Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak, bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka,

bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merasa rindu dan cemburu.

Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan d

iberi pada hati yang memerlukan.

Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani.
Kejarlah cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita

maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir.

Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.
Cinta pertama adalah kenangan, Cinta kedua adalah pelajaran, dan cinta yang seterusnya adalah satu keperluan
karena hidup tanpa cinta bagaikan masakan tanpa garam. Karena itu jagalah cinta yang dianugerahkan itu

sebaik-baiknya agar ia terus mekar dan wangi sepanjang musim.

Kecewa bercinta bukan berarti dunia sudah berakhir. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu
yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik d

alam kehidupan kamu
sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa kekecewaan itu.

Hanya diperlukan waktu semenit untuk menafsir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan

sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Hidup tanpa cinta seperti makanan tanpa garam. Oleh karena itu, kejarlah cinta seperti kau mengejar waktu dan apabila kau sudah mendapat

cinta itu, jagalah ia seperti kau menjaga dirimu. Sesungguhnya cinta itu karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam sebuah percintaan, janganlah kamu sesali perpisahan tetapi sesalilah pertemuan.
Karena tanpa pertemua tidak akan ada perpisahan. Menikahlah dengan orang yang lebih mencintai diri kita

daripada kita mencintai diri orang itu. Itu lebih baik daripada menikahi orang yang kita cintai tetapi tidak menyintai
diri kita karena adalah lebih mudah mengubah pendirian diri sendiri daripada mengubah pendirian orang lain.
Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari pemberian semata.
Ibaratkanlah kehilangan cinta itu seumpama hilangnya cincin permata di lautan luas yang tiada bertepi dan harus dilupakan.

Cinta tidak selalu bersama jodoh, tapi jodoh selalu bersama ci

nta.

Kata pujangga ; Cinta letaknya di hati, meskipun tersembunyi, namun getarannya jelas sekali. Ia mampu mempengaruhi fikiran seka

ligus mengendalikan tindakan kita sehingga kadangkala kita melakukan hal terbodoh tanpa kita sadari.
Cinta dimulai dengan senyuman, tuumbuh dengan dekapan

dan seringkali berakhir dengan air mata.

Tetapi cinta adalah cinta dengan segala misteri dan keagungan nya.

 

 

Hello world!

Januari 17, 2010 § 1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!